Manusia, makhluk fana yang mudah lupa akan masa lalunya dan terlalu bodoh jika ditanya nasibnya di masa depan. Manusia mudah untuk berencana, mempersiapkan, dan berandai-andai.. tapi yang dia pikirkan selalu yang indah-indah. Misal menabung untuk rumah impian, aktif sana-sini agar mudah dapat kerjaan, dan lain-lain. Dia lupa bahwa tidak selamanya rencananya akan berjalan mulus tanpa halangan. Dia lupa bahwa kehendak dan kuasanya atas dirinya berada di bawah Tangan Allah. Dia lupa bahwa tidak semua yang dia rencanakan akan baik untuknya kelak. Dia lupa bahwa semua yang terjadi pada dirinya adalah atas izinNya. Dia lupa bahwa tidak semua doa akan terkabul sesuai yang diinginkan. Dia lupa bahwa Allah jauh lebih tau atas apa yang menimpanya. Dia lupa bahwa hidup ini bukan saja tentang dirinya seorang. Dia lupa bahwa dialah makhluk teregois, bahkan terhadap dirinya sendiri. Dia lupa bahwa dialah makhluk rakus, menginginkan segala yang terlihat enak dan menguntungkan, tanpa memikirkan segala kemungkinan dan kondisi-kondisi di sekitarnya. Dia sungguh pelupa. Pelupa akut. Buruk sekali manusia kalau digambarkan. Beruntung, dan memang sudah takdirnya, manusia diberi amanah Allah untuk menjadi khalifah di muka bumi ini. Amanah yang pernah ditolak gunung, namun oleh manusia ditunaikan secara sewenang-wenang. Yaa tidak melulu konteksnya soal memimpin umat, memimpin diri sendiri saja masih asal-asalan. Tentang dirinya saja tidak dirawat, bagaimana dengan yang lain?
Ah, tidak usahlah berpikir jauh-jauh. Ini tentang aku kok. Tentang kamu juga. Tentang kita. Kita itu memang ahsanul taqwiim, jika dibandingkan dengan makhluk hidup ciptaan Allah lainnya. Namun tetap saja yang paling sempurna adalah Tuhan kita, Allah 'azza wa jalla, Laa ilaaha illa huwa. Sudah, tidak usah mengelak. Berdoa saja padaNya supaya masih diberi ampunan dan petunjuk untuk melanjutkan kehidupan di dunia yang sama fananya dengan kita ini.
0 Comments
Posting Komentar